Spongebob kOCAK

Spongebob kOCAK
life have to smart

Jumat, 20 November 2015

SanjayInspired.com: Guru sukses itu,,,,

SanjayInspired.com: Guru sukses itu,,,,: Fakta yang menarik adalah bahwa guru yang baik ternyata harus menjadi konselor yang baik bagi murid-muridnya. Itu sebabnya seorang guru har...

Guru sukses itu,,,,

Fakta yang menarik adalah bahwa guru yang baik ternyata harus menjadi konselor yang baik bagi murid-muridnya. Itu sebabnya seorang guru harus belajar mendalami konseling agar dia sukses. Dalam tulisan “Good Teaching” oleh Theodore R. Sizer, mantan Pembantu Rektor bidang Akademik di Harvard University College of Education mengatakan bahwa guru hendaknya menjadi guru profesional yaitu mengetahui hal-hal sederhana soal konseling, termasuk dalam hal-hal yang kecil sehingga murid bertumbuh. Ada beberapa poin yang dia sampaikan:
    1. Mengenal nama dari siswa dan panggil siswa dengan namanya.
    2. Memberikan salam kepada siswa dan rekan kerja dengan hangat dan ramah.
    3. Pergi menghadiri acara-acara siswa di luar kelas, misalnya ibadah, pertandingan, dan lain sebagainya.
    4. Mengingat sesuatu yang pernah digumuli oleh siswa sebelumnya. Contohnya: apakah mamamu sudah keluar rumah sakit?
    5. Hindari bersifat sarkastik dalam memberikan komentar atas kebodohan atau kenakalan yang dilakukan seorang siswa. Ini akan melukai hati siswa.
    6. Jangan pernah toleransi dengan masalah SARA, termasuk lelucon-lelucon masalah SARA.
    7. Ingat pepatah yang diberikan orang tua kita: jika kita tidak bisa menyampaikan atau melihat sesuatu yang baik tentang seseorang, jangan katakan apapun.
    8. Katakan suatu kebenaran atau teguran secara pribadi. Contohnya: Ayu, saya sebenarnya curiga kamu menyontek…, Amir, kamu kurang belajar dan malas sepertinya… Hasan, kamu kok bau ya, apakah kamu tidak mandi pagi? Besok mandi ya… Mei, kamu suka mengganggu…)
    9. Selalu mendorong bahwa kemampuan siswa lebih dari yang merasa dimiliki siswa.
    10. Jadilah guru yang positif, namun hati-hati bila selalu memuji pekerjaan baiknya. Tidak ada seorang pun belajar lebih cepat ketika dia merasa bahwa dia merasa berhasil.
    11. Pertunjukkan persahabatan dan jadilah jujur dan obyektif dalam penilaian terhadap murid-murid yang kita juluki “nakal” atau mengganggu.
    12. Menjadi teman siswa, namun jaga jarak juga.
    13. Jangan pernah menyerah dengan siswa kita, dan jangan menjuluki mereka secara permanen, misalnya: si bodoh, si cerewet, si pemalu, dsb.
    14. Setiap kali memberikan pedoman dan aturan, sampaikan alasannya dan jangan tidak disampaikan apa yang dimaksud.
    15. Tahu membedakan mana siswa yang hanya mendengar dan yang memperhatikan sehingga bisa menyerap. Caranya adalah mendengarkan mereka yaitu memberikan kesempatan kepada mereka untuk bertanya.
Bila kita buat kesejajaran dengan kepemimpinan, maka kita tinggal mengganti guru dengan kata pemimpin dan mengganti kata siswa dengan bawahan dan kata kerja yang disesuaikan dengan bidang kepemimpinan (saya baru eksperimenkan):
    1. Mengenal nama dari bawahan dan panggil bawahan dengan namanya.
    2. Memberikan salam kepada bawahan dan rekan kerja dengan hangat dan ramah.
    3. Pergi menghadiri acara-acara bawahan di luar kelas, misalnya ibadah, pertandingan, dan lain sebagainya.
    4. Mengingat sesuatu yang pernah digumuli oleh bawahan sebelumnya. Contohnya: apakah mamamu sudah keluar rumah sakit?
    5. Hindari bersifat sarkastik dalam memberikan komentar atas kesalahan atau kegagalan yang dilakukan seorang bawahan. Ini akan melukai hatinya, kita hanya fokus kepada kesalahan pekerjaannya bukan menyerang pribadinya.
    6. Jangan pernah toleransi dengan masalah SARA dan seksualitas, termasuk lelucon-lelucon masalah SARA dan menjurus kepada seks.
    7. Ingat pepatah yang diberikan orang tua kita: jika kita tidak bisa menyampaikan atau melihat sesuatu yang baik tentang seseorang, jangan katakan apapun.
    8. Katakan suatu kebenaran atau teguran secara pribadi. Contohnya: Ayu, saya sebenarnya curiga kamu melakukan sesuatu yang salah…
    9. Selalu mendorong bahwa kemampuan bawahan lebih dari yang merasa dimiliki bawahan.
    10. Jadilah pemimpin yang positif, namun hati-hati bila selalu memuji pekerjaan baiknya. Tidak ada seorang pun belajar lebih cepat ketika dia merasa bahwa dia merasa berhasil.
    11. Pertunjukkan persahabatan dan jadilah jujur dan obyektif dalam penilaian terhadap bawahan.
    12. Menjadi teman bawahan, namun jaga jarak juga sehingga tidak terlalu dekat.
    13. Jangan pernah menyerah dengan bawahan kita, dan jangan menjuluki mereka secara permanen, misalnya: si bodoh, si cerewet, si pemalu, si terlambat dan yang lainnya.
    14. Setiap kali memberikan pedoman dan aturan, sampaikan alasannya dan jangan tidak disampaikan apa yang dimaksud.
    15. Tahu membedakan mana bawahan yang hanya mendengar tetapi kemudian mengabaikan perintah dengan yang memperhatikan sehingga bisa menyerap semua perintah dan menjalankannya. Caranya adalah mendengarkan mereka yaitu memberikan kesempatan kepada mereka untuk bertanya atau melakukan feedback.
Walk the talk
Ada hal-hal teknis sebagai seorang guru yang harus diperhatikan sehingga dia dapat disebut guru yang berintegritas, yaitu seorang yang “walk the talk”:
1. Jangan lambat masuk kelas.
2 Kembalikan tugas-tugas murid tepat pada waktunya dengan komentar yang menguatkan, mengembalikan makalah ke mahasiswa dalam dua puluh empat jam.
3. Penting anak diingatkan untuk mengerjakan tugas dengan jujur. Ini karena banyak orang tua campur tangan mengerjakan tugas-tugas rumah.
4. Anak diajar untuk menghargai formalitas kelas, tanpa harus formal dan kaku dalam mengembangkan pikiran-pikiran.
Maka bila disejajarkan dengan kepemimpinan, maka dapat dibuat sebagai berikut:
1. Jangan lambat masuk kantor. Datang lebih awal atau tidak datang sama sekali bila terlambat.
2. Kembalikan tugas-tugas bawahan tepat dalam bentuk komentar yang menguatkan dan mengevaluasi kinerja bawahan dengan memberitahu bagaimana meningkatkannya.
3. Penting bawahan diingatkan untuk mengerjakan tugas dengan jujur.
4. Bawahan diajarkan untuk menghargai formalitas organisasi, tanpa harus formal dan kaku dalam mengembangkan pikiran-pikiran dari bawahan.
Ini eksperimen kepemimpinan yang disejajarkan dengan guru. Memang sejak dulu guru disebut pemimpin dan berperan banyak dalam kepemimpinan di masyarakat. Tetapi peran tersebut sudah mulai hilang. Maka tulisan ini mencoba membuat kesejajaran untuk menyatakan bahwa pemimpin yang baik adalah (dan sepatutnya juga) guru yang baik.
Sebagai pengajar guru harus memahami hakikat dan arti mengajar dan mengetahui teori-teori mengajar serta dapat melaksanakan. Dengan mengetahui dan mendalaminya ia akan lebih berhati-hati dalam menjalankan tugasnya dan dapat memperbaiki kekurangan-kekurangan yang telah dilakukannya.
Menurut Prof. Dr. S. Nasution, MA ada beberapa prinsip umum yang berlaku untuk semua guru yang baik, yaitu :
1. Guru yang baik memahami dan menghormati siswa
2. Guru yang baik harus menghormati bahan pelajaran yang diberikan. Dengan pengertian ia harus menguasai bahan itu sepenuhnya, jangan hanya mengenal ini buku pelajaran saja, melainkan juga mengetahui pemakaian dan kegunaannya bagi kehidupan anak dan manusia umumnya.
3. Guru yang baik mampu menyesuaikan metode mengajar dengan bahan pelajaran.
4. Guru yang baik mampu menyesuikan bahan pelajaran dengan kesanggupan individu anak.
5. Guru yang baik harus mengaktifkan siswa dalam hal belajar.
6. Guru yang baik memberikan pengertian dan bukan hanya dengan kata-kata belaka. Dengan pengertian lain guru tidak bersifat verbalistis yakni hanya mengenalkan anak terhadap kata-kata saja tetapi tidak dapat menyelami arti dan maksudnya.
7. Guru menghubungkan pelajaran dengan kebutuhan siswa
8. Guru merumuskan tujuan yang akan dicapai pada setiap pelajaran yang diberikannya.
9. Guru jangan hanya terikat oleh satu teks book saja.
10. Guru yang baik tidak hanya mengajar dalam arti menyampaikan pengetahuan saja kepada siswa, melainkan senantiasa membentuk pribadi siswa.10
Tanpa menutup kemungkinan syarat-syarat lainnya, maka kesepuluh syarat atau ciri-ciri ini dapat dijadikan pedoman bagi setiap guru yang akan menjalankan tugasnya baik sebagai pendidik maupun sebagai pengajar.
Dengan demikian guru yang baik adalah guru yang selalu bersikap obyektif, terbuka untuk menerima kritik terhadap kelemahan-kelemahan yang ada pada dirinya, misalnya dalam hal caranya mengajar. Hal ini diperlukan dalam upaya perbaikan mutu pendidikan demi kepentingan anak didik sehingga benar-benar tujuan pendidikan dapat tercapai dengan baik. Keberanian melihat kesalahan sendiri dan mengakuinya tanpa mencari alasan untuk membenarkan atau mempertahankan diri dengan sikap defensif adalah titik tolak kearah usaha perbaikan

Sabtu, 31 Oktober 2015

SAFETY FIRST 3K


Blog ini dibuat dalam rangka mengikuti kompetisi menulis cerpen 
"Tertib, Aman, dan Selamat Bersepeda Motor di Jalan".
#Safety-First diselenggarakan oleh Yayasan Astra Honda Motor dan nulisbuku.com

SAFETY FIRST 3K

Ketika lepas idul fitri, semua manusia kembali kepada rutinitasnya, yang mudik kembali balik, yang galau menjadi super galau. “Lho, kok bisa?” Iya, itu bagi mereka yang tidak memiliki pekerjaan alias pengangguran. Ketika itu, Lusi yang baru lulus SMA merasa bahwa dia membutuhkan pekerjaan. Pas kebetulan kakaknya yang bernama Gio bekerja di Jakarta mau balik bekerja. Lusi memohon sekali kepada ortunya untuk direstui pergi bersama kakaknya. Akhirnya Lusi diijinkan, mereka berdua pergi boncengan sepeda motor dari Jogja ke Jakarta.
Berlagak seperti pembalap, Lusi yang setia dengan hijabnya mengenakan atribut lengkap. Helm, sarung tangan, masker, kacamata, kaos kaki, jaket dan celana tebal. Lengkap sudah tiada yang kelihatan dari tubuhnya sedikitpun.
“Ya ampun Lusi, nanti kamu tidak bisa bernafas nak.” Sergap ibunya.
“Bisa lah bu, ini itu agar aku sebagai pembonceng aman. Kalau misal ada apa-apa di jalan, kan pakaian tebalku ini cukup melindungi.” Jawab Lusi.
“Hus… Kamu itu bicara yang baik! Ibu selalu berdoa agar kamu selamat di jalan dan kamu juga harus hati-hati, hampir setiap hari terjadi kecelakaan, kamu dengar sendiri kan di berita-berita. Ibu tidak mau hal itu terjadi terhadap anak-anak kesayangan ibu.” Pinta ibunya khawatir.
“Siap ibu sayang, aku sudah menyiapkan tips tertib, aman, dan selamat bersepeda motor yaitu SAFETY FIRST 3K.” Jawab Lusi.
Dengan penuh rasa percaya diri Lusi menghampiri kakaknya. “Lho, kakak kok santai banget, Jogja Jakarta itu jauh, ingat! SAFETY FIRST 3K.”      
“Dari tadi ngomong itu terus, memang apa?” Tanya Gio.
“Kesehatan, Keselamatan, dan Konsentrasi berkendara.” Jawab Lusi mantap. Lusi menjelaskan panjang lebar kepada kakaknya, tetapi hal ini diremehkan oleh Gio.
“Kamu itu rempong, aku biasa seperti ini, bolak balik Jogja Jakarta juga aman-aman saja. Yang penting itu surat-suratku lengkap, sim, stnk, dan helm. Itu kan yang dicari polisi ketika razia.” Jawab Gio.
“Itu syarat selamat dari razia kak, tapi tidak syarat selamat dari bahaya di jalan”. “Halah kamu pake gitu juga niatnya biar ga item, iya kan?”. “Hee,,, iya itu salah satunya.” Jawab Lusi nyengir.

Akhirnya Lusi sampai di kota Jakarta. Dia kagum sekali melihat keindahan, kemewahan, dan keramaian di kota. “Inikah Jakarta kak? Waw… It’s magic… Keren!!! Itu apa kak?? Itu…? itu…?” Tanya Lusi bertubi-tubi kepada Gio.
Gio merasa jengkel dan timbul emosi dalam dirinya. Seketika itu juga, dia hampir menabrak truk di depannya. Untungnya, Gio dengan gesit mengerem motor hingga motor oleng dan mereka berdua terjatuh, terseret, dan tertimpa motor. Lusi terbaring di tengah jalan, mengaduh mencoba mencari perhatian orang agar dibangunkan layaknya gadis manja. Dia melihat kondisi jalan yang ramai, beberapa kendaraan terhenti olehnya. Tapi tidak ada satupun orang yang menolongnya.
“Begini ya sifat orang kota… EGOIS.” Jerit Lusi dalam hati. “Owh kakak?” Lusi baru teringat kakaknya”.  Akhirnya Lusi terbangun dengan mudahnya karena dia tidak tertimpa motor. Dia melihat kakaknya merintih kesakitan, hendak bangun tapi susah karena tertimpa motor. Kemudian Lusi berdiri mencoba untuk membangunkan kakaknya. Lusi mendirikan motor dan mengajak kakaknya untuk beristirahat dulu di pinggir jalan. Dengan cepat Lusi menuntun motornya ke pinggir jalan.
Lusi hanya licet sedikit di bagian tempurung kaki kanan. Tapi kakaknya licet di bagian seluruh kaki di bawah tempurungnya hingga mata kaki. Tergores memar tak karuan. Lusipun ngiris melihatnya. Bagaimanapun juga itu adalah kakaknya. Segera Lusi mengambil minum, memberikannya kepada kakaknya dan mengambil kain untuk mengikatkannya di kaki kakaknya.
Thank you Lusi.” Ucap Gio.
You are welcome kak, kita istirahat di sini dulu, nanti biar aku yang depan, kan kata kakak tinggal beberapa meter saja sudah sampai di kontrakan. Kakak sih, kalau misalkan pakai celana panjang kan tidak separah ini. Untung saja celanaku tebal, jadi cuma luka sedikit. Kakak sih meremehkan motto SAFETY FIRST 3K.”
“Kakak itu sebel sama adik yang banyak tanya, seharusnya adik harus tahu kalau kakak sedang menguasai motor, apalagi jalan ramai seperti ini. Berarti adik juga melanggar motto    SAFETY FIRST 3K” Ucap Gio.  
“Yach, berarti pembonceng juga harus pengertian ya? Maafkan aku kak, ini pertama kali aku ke Jakarta, maklumlah kalau aku tersepona.” Eluh Lusi manja.
“Terpesona.” Ucap Gio membenarkan.
“Hehe… Iya… Terpesona.  Ak janji lain kali tidak mengajak ngobrol kakak lagi di jalan saat kakak berkendara.” Jawab Lusi.
“Nah itu baru adik kakak yang pinter.” Ucap Gio sambil mengelus kepala Lusi.

Dua hari berlalu, kondisi mereka lumayan baik. Gio kembali bekerja. Sebelum berangkat dia pamitan kepada adiknya. “Sementara ini kamu di kontrakan dulu, jangan kemana-mana sebelum kakak pulang. Ingat, Jakarta itu kota besar!”
“Iya kak…” Jawab Lusi pelan.

Hari-haripun berlalu, tetapi Lusi tidak sedikitpun bisa melihat keramaian Jakarta. Dia hanya berdiam di kontrakan, makan, tidur, makan, tidur hingga diapun penat dengan harinya. “Huft… Hidup di kota seperti di penjara. Nasib-nasib… Tidak ada teman… Tidak ada kendaraan. Aku boriiiiiiing.” Teriak Lusi sampai terdengar oleh pemilik kontrakan.
“Tok… tok… tok…” Lusipun membuka pintu. “Eh Bu Dewi, ada apa bu?”
“Kamu tidak kenapa-kenapa?” Tanya Ibu Dewi.
“Tidak bu, saya tidak apa-apa. Cuma…”
“Cuma apa?” potong Ibu Dewi.
“Cuma bete di sini, saya tidak bisa kemana-mana.” Jawab Lusi.
Akhirnya Lusi cerita apa yang terjadi kepada Ibu Dewi. Tampaknya Ibu Dewi baik hati mau mendengar curahan hati Lusi.
“Begini neng, di komplek seberang banyak sekali pabrik-pabrik. Coba nanti sore kamu minta izin kakak kamu untuk melihat-lihat. Siapa tahu ada lowongan pekerjaan disana.” Ucap Ibu Dewi dengan mantap.
Lusi merasa senang karena dia punya teman, walaupun ibu tua pemilik kontrakan.
Setelah sekian lama Lusi menunggu, akhirnya Gio pulang. Malamnya Lusi mengajak Gio untuk melihat-lihat lowongan pekerjaan di komplek seberang. Lusi mendapati beberapa pabrik dan industri lainnya yang banyak sekali jumlahnya. Lusipun kumat penyakit kagumnya.
“Waw… Akhirnya aku bisa melihat tempat-tempat produksi barang yang selama ini aku konsumsi dan tempat-tempat yang selama ini aku lihat di teve. Hooh…” Batin Lusi, takut bertanya-tanya lagi kepada kakaknya disaat berkendara.
Ada beberapa pabrik yang membuka lowongan pekerjaan. Lusi tidak peduli apakah dia diterima atau tidak. Dia yakin bahwa orang sukses itu tidak boleh menyerah. Setelah mengirimkan lamaran, dengan penuh harapan Lusi menunggu hasilnya. Selang beberapa hari, tidak jua Lusi dipanggil. Lusipun sedih dan di dalam benaknya, dia tidak ingin merepotkan kakaknya. Lusipun  membuka buku tabungannya, ternyata dia memiliki beberapa uang yang cukup untuk membeli motor bekas. “Nah, kalau aku punya motor sendiri, aku kan tidak merepotkan kakak lagi. Hee…”      Gumam Lusi.    
Lusi bersurfing ria untuk mencari motor bekas yang dijual di toko-toko online. Saat itu Lusi tertarik dengan tawaran motor bekas yang bagus dan murah dengan alasan pemiliknya butuh uang. Segera Lusi menghubungi nomor handphone yang dicantumkan.
“Halo, bolehkah saya melihat motor yang bapak tawarkan? Siapa tahu saya minat. Tapi posisinya saya tidak ada teman untuk kesana.” Ucap Lusi.
“Oh, neng posisinya dimana, nanti saya yang ke tempat neng.” Jawab bapak penjual motor bekas itu”.
“Oh ya… oke…” Jawab Lusi.

Akhirnya Lusi memberikan alamat lengkap kontrakan kakaknya. Esoknya bapak tersebut datang dengan membawa motor. Sebelumnya Lusi sudah browsing di mbah google (yaitu sebutan orang-orang yang hendak mencari solusi lewat internet). Tanpa pengalaman sedikitpun masalah motor, Lusi dengan pede-nya mencocokkan keadaan motor lewat tips aman membeli motor bekas dari mbah google sendirian. Menurut Lusi motornya oke, tapi harganya mahal dimana uang Lusi bisa ludes tak tersisa jika dipaksa untuk membelinya. Saat itu Lusi merasa dilema dan galau tingkat super.
“Huft… Andai kakak sudah pulang, aku kan bisa minta pendapat kakak.” Eluh Lusi dalam hati.
Tampaknya bapak tersebut tidak sabar menunggu Lusi. “Bagaimana neng, saya sudah jauh-jauh kesini, katanya neng benar-benar membutuhkan”.
“Maaf pak, sebentar lagi kakak saya pulang, ini baru saya telepon.” Jawab Lusi.
Akhirnya Gio datang dan segera melihat kondisi motor atas permintaan adiknya. “Motornya oke pak, tapi apakah harganya tidak bisa turun? Kalau mau… xxx deh?” Pinta Gio.
“Tidak bisa bang, itu sudah harga termurah dari saya.” Jawab bapak penjual.
Gio berunding dengan Lusi, “kamu bener-bener ingin motor itu? Kamu sudah mempertimbangkan masalah ke depannya? Masih adakah sisa tabungan? Bagaimana untuk urusan pajaknya tahun depan karena itu pemilik atas nama orang lain. Coba kamu pikir dulu masak-masak. Kalo kamu iya, ya beli saja, tapi kakak tidak ikut-ikutan.”    
“Lho, kakak kok gitu?” Teriak Lusi.
Beberapa menit setelah itu, dengan bijak Lusi mengambil keputusan. Lusi memberikan amplop berisi uang untuk bapak tadi sebagai ganti kekecewaannya. “Pak, saya mohon maaf sekali belum bisa membeli motor bapak. Uang saya kurang untuk membelinya. Ini ada beberapa untuk bapak.” Ucap Lusi sambil menyodorkan amplop tersebut. “Iya saya terima, lain kali kalau tidak punya uang jangan sok-sokan.” Ucap bapak itu. Lusi manyun dan segera menutup pintunya.
“Nah, itu akibatnya sok pinter ngambil keputusan sendiri. Untung saja tidak jadi. Kamu itu hampir ketipu, dia itu kan makelar motor. Makanya jangan gampang percaya sama orang apalagi online-online gitu. Sudah banyak dek buktinya. Sudah dapat marah, eh uang melayang lagi. Hmmm…” Sergap Gio.
“Iya kak, semoga aku bisa menjadikannya pembelajaran.” Jawab Lusi.

Tiga minggu sudah Lusi tidak segera mendapat panggilan. Diapun berjanji dalam hati, kalau sampai 1 bulan tidak ada perubahan, terpaksa dia harus balik ke kampung halaman. Semakin hari uang tabungannya semakin terkuras. Biaya hidup di Jakarta itu mahal sekali, apalagi jika tidak bekerja.

Saat itu Lusi sedang termenung dan teringat akan pesan dari seorang wakil rakyat. “Bolehlah ke kota, tapi harus memiliki keterampilan”. Lusipun sedih, dia menyadari bahwa dia tidak punya keterampilan, apalagi dia hanya seorang perempuan. Setiap malam dia selalu meminta kepada Tuhan.
“Ya Allah, kabulkanlah ketiga permintaan hamba-Mu ini, yang pertama aku ingin punya motor, yang kedua mendapat pekerjaan, dan yang ketiga aku ingin punya tempat tinggal. Ku mohon sekali pada-Mu Ya Rabb.” Doa Lusi dengan khidmat.
Saat itu Lusi juga sudah berusaha mencari kontrakan, dia berencana untuk membuka tempat belajar di kontrakan tanpa harus mengganggu kakaknya. Tapi sialnya, semua kontrakan saat itu penuh. Genap 1 bulan akhirnya Lusi pulang menepati janjinya.

Tiba di kampung halaman, Lusi menceritakan semua kepada keluarganya. Orang tua Lusi sudah tua, tidak mungkin bisa membiayai Lusi apalagi kuliah, kecuali jika hanya sekedar makan. Mengenai 3 keinginan Lusi itu, kakak perempuan Lusi yang sudah menikahpun berceloteh. “Buy one get all”.
“Apa maksudnya mbak?” Tanya Lusi.        
“Me-ni-kah. Jika kamu menikah, secara otomatis kamu dapat motor, dapat tempat tinggal, dan dapat pekerjaan juga kan? Hehe…” Jawab mbaknya.

Malam harinya, Lusi masih termenung akan nasib masa depannya. Dia masih teringat akan pendapat dari mbaknya itu, terngiang-ngiang terus di kepalanya.
“Iya ya… Bener juga tuh kata mbak. Berarti aku harus mencari cowok yang mau menikah denganku.” Ucap Lusi dalam hati.
Esoknya Lusi menghubungi teman-teman lamanya, mantan-mantannya dan bergabung di media sosial khususnya di kontak mencari jodoh. Setelah itu, banyak sekali yang menghubungi Lusi bahkan beberapa diantaranya berdatangan ke rumah Lusi. Tapi tidak satupun diantara mereka yang mengena di hati Lusi.
“Ucch…  Aku carinya yang kaya, mapan, tampan, baik. Mereka semua di bawah kakak Gio. Malu dong sama keluarga. Huft…” Jerit Lusi dalam hati.

Beberapa minggu setelah itu adalah hari istimewa Lusi, dimana dia genap berumur 18 tahun.  Pagi-pagi ketika Lusi membuka pintu kamarnya, dia terperanjat kaget melihat kardus besar yang dibalut dengan kertas kado bertuliskan. Selamat ulang tahun Lusi.  Lusipun tidak sabar untuk melihatnya. Setelah dibuka hanya ada 1 lembar kertas bertuliskan :
HBD dear… Semoga di ultahmu yg ke-18th ini menjadikanmu lebih dewasa dan mapan. Amin. Saya sudah mendengar dari keluarga atas sikapmu setelah pulang dari Jakarta. Maafkan kakak yang kurang bisa memberi kenyamanan selama disini. Ada special gift 4 u di depan rumah. Hati-hati menggunakannya.
By : Gio

Setelah itu Lusi langsung pergi ke depan rumah dan dia mendapatkan sebuah motor baru yang begitu elegan berwarna merah hitam menyala edisi keluaran 2015 bertuliskan Astra Honda Motor. Sungguh senang hati Lusi. Lusi memegangnya, mengelusnya, dan mencoba menghidupkan mesin. Diapun juga membuka bagasi motor untuk melihat luasnya. Tetapi Lusi terhenti sejenak ketika melihat secarik kertas yang dia temukan di dalam bagasi motornya.  Lusi mengambilnya dan membacanya dengan penuh khidmat.

Gimana dek, senang tidak dengan motor barunya. Ini sudah keinginan kakak dan orang tua dari dulu untuk membelikan adik motor baru. Agar adik bahagia dan tidak manja lagi. Ingat dek,, kamu masih muda. Buatlah tabunganmu untuk kuliah. Insya Allah jika kakak ada rizki, kakak akan bantu. Jodoh itu cerminan diri kita. Jika kita ingin jodoh kita baik, tampan, mapan, berpendidikan. Kita harus bisa seperti itu, Insya Allah jodoh akan datang dengan sendirinya.
Oh ya… Kakak masih ingat akan kecelakaan waktu dulu. Terimakasih atas motto SAFETY FIRST 3K dari adik. Kakak selalu mengingatnya dan alhamdulilah motto adik dipakai oleh teman2 kakak juga. Sekarang kamu tidak hanya berteori, tetapi kamu juga harus bisa mempraktikkannya kemanapun kamu pergi berkendara. Yuk kita baca sama-sama:

SAFETY FIRST 3K
1.    Kesehatan
Yaitu kesehatan badan pengendara (pemanasan dan berdoa)
Juga kesehatan motor (pemanasan, cek ban, rem, lampu, dll)
2.    Kelengkapan
Yaitu kelengkapan atribut pengendara (helm, sepatu, sarung tangan, dll)
Juga kelengkapan motor (sim, stnk, dll)
3.    Konsentrasi
Yaitu konsentrasi pengendara saat mengemudi termasuk menaati rambu-rambu lalu lintas.

Thank you adikku, sayangilah nyawa kita. Kecelakaan itu mungkin takdir, tetapi kita bisa meminimalisir dengan taat peraturan.

By : Gio


            Betapa terharunya Lusi setelah membaca surat itu. Dia berjanji untuk menepati pesan-pesan dari kakaknya termasuk akan menyebarkan SAFETY FIRST 3K untuk semua pengendara.

Senin, 26 Oktober 2015

Arti INSYA ALLAH

Bahwa hr ni Jumat, 4 Sept 2015, ak baru menyadari akan kata Insya Allah. Artinya adalah jika Allah menghendaki. Ada beberapa ulama yang menerangkan bahwa kita jangan menggunakan istilah insya Allah untuk permainan. Insya Allah kita ucapkan jika memang ke arah iya, tapi orang awam selalu menganggap kata insya Allah itu artinya orang itu tidak bersungguh –sungguh.
Insya Alah diucapkan sebagai janji atau nadzar. Orang awam yang mendengar kata Insya Allah atau menyebut kata Insya Allah selalu mengartikannya dengan keragu—raguan.
Padahal itu tidak , orang Islam wajib mengutarakan kata Insya Allah d setiap janji. Janji yang benar-benar akan ditepati (tanpa keraguan).
Dan aku masuk dalam kriteria org yg tdk jelas. Maka dari itu aku selalu menghindari kata Insya Allah. Karena setiap kata insya Allah yang aku ucapkan selalu menjadi tidak jadi atau tidak aku tepati.

Dan sekarang aku baru menyadari bahwa Insya Allah harus dan wajib hukumnya untuk diucapkan. Jika tidak, kita bisa berdosa jika tidak menepatinya. Bagaimana kalau kita janji dan tidak menepati? Apakah kita akan berdosa dan berhutang? Bagaimana cara kita menebusnya? Padahal janji adalah hutang.

Jumat, 27 Maret 2015

ENDLESS LOVE STORY

Unso
Alkisah hiduplah sepasang suami istri (Koko dan Upe) yang dikaruniai seorang putri. Karena lahir premature mau tidak mau bayi putri itu ditidurkan di baby lab (ruangan khusus bayi). Tiba suatu ketika kakak dari bayi itu (Umyo) memasuki baby lab dan upsss,,,, tidak sengaja dia menjatuhkan papan identitas 2 keranjang bayi di depannya. Dengan lugu kakak berusia 2 tahun itu tak memperdulikannya.  Kemudian datanglah suster dan menempelkan kembali papan identitas itu. Dan….. tertukar sudahlah kedua bayi itu.
Koko dan Upe pulang membawa bayi milik orang lain (Shallow) dan memberi nama bayinya dengan nama Unso. Shallow memberi nama bayinya dengan Sherly.
Saat pendidikan dasar, kedua anak mereka masing-masing tumbuh menjadi gadis kecil yang cantik. Unso dibesarkan dari keluarga kaya raya yang penuh kasih sayang sedangkan Sherly dibesarkan dari kemelaratan yang setiap hari penuh dengan kekerasan. Unso tumbuh menjadi gadis kecil yang baik sedangkan Sherly  sebaliknya. Kakak Unso (Umyo)  sangat menyayangi adiknya. Berangkat dan pulang sekolah selalu bersama. Pasangan kecil yang mesra sekali. Seakan-akan mereka tahu bahwa mereka berjodoh.
Menjelang akhir pendidikan dasar Umyo, keluarga mereka sudah berencana untuk hijrah ke Eropa. Bersamaan saat itu Unso mengalami kecelakaan yang harus ditransfer darah. Ketika orang tuanya hendak mendonorkan, tidak satupun darah mereka yang cocok. Kemudian orang tua Unso panik dan menduga bahwa Unso bukan anaknya. Investigasi pun dilakukannya. Alhasil Unso memang bukan anak kandung mereka. Naas,, kejadian itu diketahui oleh Umyo. Umyo sangat sedih. Koko dan Upe akhirnya menemukan anak kandungnya yang diasuh oleh orang tua kandung Unso yaitu Sherly.
Tak kuat lagi menahan beban. Berita itu diketahui oleh semua pihak. Sherly seketika itu senaaaang sekali bahwa ternyata dia anak orang kaya. Dan Unso sangaaaat sedih. Dia ternyata bukan bagian dari keluarga yang harmonis. Kemudian Unso mengambil 4 gelas keharmonisan keluarganya. Dia mengambil gelas yang bergambar dirinya untuk menjauhi 3 gelas itu sambil menciumnya satu persatu. “Selamat tinggal mamy,, dedy,, Umyo,,, “
Kini Unso tinggal di keluarga miskin yang penuh kekerasan. Sedangkan Sherly semakin angkuh dan tinggi hati. Tiba kelulusan sekolah Umyo, sesuai dengan rencana bahwa keluarganya akan hijrah ke Eropa. Umyo dan keluarganya berpamitan dengan Unso. Unso sangat amat sedih. Namun inilah hidup, dia harus menerima kenyataan hidup bahwa dia adalah anak orang miskin.

Seusai lulus sarjana, Umyo pulang ke negeri kelahirannya dan mencoba untuk bertemu dengan Unso. Mereka sama-sama masih sendiri. Unso selalu merindukan Umyo., Begitupun Umyo, selalu merindukan Unso. Jodoh pasti bertemu. Sekian lama Umyo mencari, akhirnya dia bertemu Unso. Unso sendiri yang memeluk Umyo dari belakang ketika tahu bahwa orang tersebut adalah kakaknya dulu, Umyo. Merasakan pelukan itu, Umyo segera menebak bahwa itu adalah Unso. Dannnnnn benar sekali bahwa itu adalah Unso adiknya dulu. Mereka berpelukan melepas rasa rindui bertahun2.
Semakin lama mereka semakin dekat, tapi masing-masing dari mereka sudah dijodohkan dengan orang yang tidak mereka cintai. Umyo dan Unso terjebak dalam api cinta. Mereka tidak semudah itu menyatukan cintanya. Selalu saja masalah menerpa. Unso adalah gadis yang sangat baik walaupun keluarganya penuh dengan kekerasan. Suatu ketika Unso jatuh pingsan dan ketika diperiksakan, Unso menderita penyakit kanker yang tervonis bahwa hidupnya tidak lama lagi. Hal itu ditutupi oleh Unso.
Tapi namanya bau, lama kelamaan tercium juga. Semua orang sudah tahu kalau Unso menderita penyakit kanker. Umyo yang mendengar berita itu sanagt amat sedih. Dulu waktu kecil dia mengalami kesedihan yang mendalam akan berpisah dengan Unso. Dan sekarang disaaat besar, mereka juga akan dipisahkan. Rasanya tidak mungkin, Umyo pun menjerit.
Dalam diam mereka menikah, mengingat sebentar lagi Unso akan mati. Hari-hari terakhir Unso selalu ditemani dengan Umyo. Wajah Unso pucat pasi seakan-akan ruh sudah tidak betah melekat pada tubuh Unso.
Di hari terakhir Unso, Unso meminta Umyo untuk menggendongnya. Sambil menangis, Umyopun menggendongnya. Selepas itu lepaslah tangan Unso yang merangkul erat pada leher Umyo. Umyopun menjerit ,”tidaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaak. Unsoooooooooooooooooooooooooooo”. Aku tidak ingin kehilanganmu. Aku akan menyusulmu.”
Hari setelah itu Umyopun berdiri  di tengah jalan dan bersiap untuk ditabrak mobil di depannya. Dan, naaaaaaaaaaaaaas. Akhirnya Umyo meninggal dunia. Mereka berdua dimakamkan bersebelahan.


Kamis, 30 Oktober 2014

SanjayInspired.com: *RINDU*Judul : RinduKategori : FiksiPenulis : Te...

SanjayInspired.com: *RINDU*Judul : Rindu
Kategori : Fiksi
Penulis : Te...
: *RINDU* Judul : Rindu Kategori : Fiksi Penulis : Tere Liye Penerbit : Republika Penerbit Tahun : Cet. 1, Oktober 2014 Tebal : ii + 544 ...
*RINDU*
Judul : Rindu
Kategori : Fiksi
Penulis : Tere Liye
Penerbit : Republika Penerbit
Tahun : Cet. 1, Oktober 2014
Tebal : ii + 544 halaman
“Bukankah banyak kerinduan saat kami hendak melupakan? Dan tidak terbilang keinginan melupakan saat kami dalam rindu? Hingga rindu dan melupakan jaraknya setipis benang saja.”
Inilah novel yang mengingatkan kita pada zaman penjajahan, tepatnya pada tanggal 1 Desember 1938 di dalam kapal megah Blitar Holland. Kapal khusus mengangkut jamaah haji yang berawal dari pelabuhan Makassar, Indonesia hingga kota Jeddah, Arab. Kehidupan di dalam kapal mengusung banyak permasalahan, tetapi penulis hanya fokus pada 5 pertanyaan agung dari para penumpang yang berhasil dijawab oleh ulama masyhur bernama Gurutta. Diantaranya adalah masa lalu yang penuh kemaksiatan, kebencian kepada seorang ayah yang kejam, ketidakikhlasan karena kehilangan, cinta yang tak direstui, dan,,, dimanakah letak pertanyaan kelima?
“Lihatlah kemari wahai lautan luas, lihatlah orang yang selalu punya kata bijak untuk orang lain, tapi dia tidak pernah bisa bijak untuk dirinya sendiri”. Itulah ucapan Gurutta. Masalah yang hampir dialami semua orang, mudah berbicara tapi susah mempraktikkannya. Guruttalah yang menjawab pertanyaannya sendiri dengan bantuan orang-orang di sekelilingnya termasuk Ambo Uleng. Seseorang yang cukup saya kagumi selain Gurutta. Bagaimana jawaban hebat dari seorang Gurutta? Dan apakah benar kemerdekaan itu adalah hak segala bangsa? Segera baca novel karangan penulis terhebat “Tere Liye” dengan penampilan cover yang sederhana tetapi menyimpan hal luar biasa di dalamnya. Inilah novel rindu yang cocok dibaca untuk segala usia. Selamat membaca 
Do'akan semoga hasil membaca saya jadi pemenang di Lomba Resensi, yang mau ikut, bisa klik infonya di :http://www.republikapenerbit.com/artikel/detail_info/944
Terima kasih 

Selasa, 04 Februari 2014

:)

Sebuah kata indah kulantunkan dalam blog ini,
I just want to share about,,,,,
Semua itu kita mulai dari diri sendiri, motivasi itu dari diri sendiri, kemauan dan kesungguhan....
Iya, 4 Febuari 2014, aku mampu menjadi manusia disiplin,,,,, Thank you Allah :)

Minggu, 14 April 2013

waktu shalat up to date




Perhitungan pada sistem konversi Masehi – Hijriah ini memungkinkan terjadi selisih H-1 atau H+1 dari tanggal seharusnya untuk tanggal Hijriyah

Penting,,

Waktu dhuha atau waktu shalat dhuha setahu kangmoes memang tidak dijelaskan secara detail di dalam Al Quran maupun hadits jam berapa sampai jam berapa. Namun menurut kangmoes, justru ini malah relevan dan malah bersifat universal. Mengapa? Karena tidak semua tempat pada jam yang sama memiliki terang matahari yang sama.
waktu Shalat DhuhaSebagai contoh, berdasarkan referensi yang pernah kangmoes dapatkan waktu SMA dulu, dari seorang kakak kelas atau guru (kangmoes lupa), jika buka puasa di sini sekitar jam 18.00, maka di Perancis (aduh kangmoes lupa, perancis atau mana ya?) sana, magrib baru tiba sekitar jam 21.00 pada musim tertentu.
Waktu itu kangmoes langsung membayangkan gimana jadinya kalau puasa segitu lamanya. Yah kangmoes yakin, semua ada hikmahnya.
Btw setelah mencari di beberapa buku, kangmoes mendapat pentunjuk mengenai waktu shalat dhuha di buku ENSIKLOPEDI SHALAT karya SYAIKH ABU MALIK KAMAL. Di buku itu disebutkan bahwa waktu untuk mengerjakan shalat dhuha di isyaratkan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Zaid bir Arqam bahwasanya Nabi saw. bersabda:

‘Waktu shalat orang-orang yang melaksanakan ketaatan (shalat dhuha) adalah ketika kaki anak unta merasa panas’.(hadits shahih riwayat muslim dan ahmad).

Dalam buku itu, Syaikh Abu Malik menjelaskan bahwa waktu tersebut adalah ketika matahari mulai memancarkan sinarnya dan nembuat tanah mulai panas. Sehingga kaki anak unta merasakan panasnya tanah tersebut. Hal ini terjadi sebelum matahari tergelincir (zawal) beberapa menit.
Di dalam ensiklopedi shalat tersebut juga disebutkan bahwa waktu shalat dhuha dimulai sejak matahari naik dan berakhirnya waktu dimakruhkan melaksanakan shalat hingga sebelum tergelincirnya matahari dan sebelum masuk waktu dilarangnya shalat menurut keterangan jumhur.
Sekali lagi dalam pernyataan2 tersebut, kita tidak mendapati jam berapanya waktu shalat dhuha. Kenapa? Karena seperti yang disebutkan di atas, waktu terbitnya matahari saja bisa berbeda antara daerah (misalnya) tropis dengan daerah sub tropis. Tapi dari uraian2 diatas, kangmoes berharap bisa membantu anda dalam menentukan waktu shalat dhuha di tempat anda.

Jumat, 12 April 2013

UDC BLOG: CARA DAPATKAN BALIK AKAUN FB YG DI-HACK

UDC BLOG: CARA DAPATKAN BALIK AKAUN FB YG DI-HACK: gambar sekadar hiasan Bagaimana kalau FB kita di hack orang lain? pasword kena tuka,pasword emailpun diganti bahkan security ques...

Senin, 04 Maret 2013

Pengorbanan Seorang Istri untuk Suami yg Sangat Dicintainya



Bismillahir-Rahmaanir-Rahim … Maaf sebelumnya Sahabat kisah nyata ini saya copy dari sebuah fanpage yg sangat motivatif. Baru kali ini saya membaca cerita yg begitu menyentuh hingga air mata ini mengucur begitu derasnya.  

Amanat penulis "Cerita ini adalah kisah nyata … dimana perjalanan hidup ini ditulis oleh seorang istri dalam sebuah laptopnya .. Bacalah semoga kisah nyata ini menjadi pelajaran bagi kita semua ..."

Cinta itu butuh kesabaran …
Sampai dimanakah kita harus bersabar menanti cinta kita ???

************ 
Hari itu,,, aku dengan nya berkomitmen untuk menjaga cinta kita..
Aku menjadi perempuan yg paling bahagia …..
Pernikahan kami sederhana tapi sangat meriah …..
Ia menjadi pria yang sangat romantisan pada waktu itu ...
Menikah dengan seorang pria yang shaleh, pintar, tampan & mapan pula ...

Ketika kami pacaran dia sudah sukses dalam karir nya ..
Kami berbulan madu di tanah suci,, itu janjinya ketika kami berpacaran ..

Setelah menikah aku mengajaknya untuk umroh ke tanah suci ….
Aku sangat bahagia dengan nya,,diya sangat memanjakan aku …. Sangat terlihat rasa cinta dan sayangnya pada ku.
Banyak orang yang bilang,kami pasangan yang serasi. Sangat terlihat sekali bagaimana suamiku memanjakanku. Aku bahagia menikah dengannya.

5 Tahun sudah kami menikah, sangat tak terasa waktu berjalan, walaupun kami hanya berdua saja. Karena sampai saat ini aku belum bisa memberikannya seorang malaikat kecil di tengah keharmonisan rumah tangga kami.

Karena dia anak lelaki satu – satunya dalam keluarga nya,,jadi aku harus berusaha untuk dapat meneruskan generasi nya … Alhamdulillah suamiku mendukung ku …. Ia mengaggap Allah belum mempercayai kami untuk menjaga titipan NYA.

Tapi keluarga nya mulai resah, Dari awal kami menikah ibu & adiknya tidak menyukaiku, aku sering mendapat perlakuan yang tidak menyenangkan dari mereka, tapi aku menutupi dari suami ku….. didepan suami ku,,mereka sangat baik pada ku, tapi dibelakang suami ku, aku dihina – hina oleh mereka …

Pernah suatu ketika, 1 tahun usia pernikahan kami, suamiku mengalami kecelakaan, mobilnya hancur .. Alhamdulillah suami ku selamat dari maut yang hampir membuat ku menjadi seorang janda ..

Ia dirawat dirumah sakit, pada saat dia belum sadarkan diri, aku selalu menemaninya siang & malam, kubacakan ayat – ayat suci Al – Qur’an, aku sibuk bolak – balik rumah sakit dan tempat aku melakukan aktivitas sosialku, aku sibuk mengurus suamiku yang sakit karena kecelakaan.

Ketika aku kembali ke rumah sakit setelah dari rumah kami, aku melihat didalam kamarnya ada ibu, adik – adiknya dan teman – teman suamiku, dan satu lagi aku melilhat seorang wanita yg sangat akrab dengan ibunya. Mereka tertawa menghibur suamiku.
Alhamdulillah suamiku ternyata sudah sadar, aku menangis ketika melihat suami ku sudah sadar, tapi aku tak boleh sedih di depannya.

Kubuka pintu yg tertutup rapat itu, sambil mengatakan “Assalammu’alaikum” mereka menjawab salam ku. Aku berdiam sejenak di depan pintu dan mereka semua melihatku, suamiku menatapku penuh manja, mungkin ia kangen padaku karena sudah 5 hari mata nya selalu tertutup. Tangannya melambai, mengisyaratkan aku untuk memegang tangannya yg erat. 

Setelah aku menghampirinya, kucium tangannya sambil berkata “Assalammu’alaikum” , ia pun menjawab salam ku dengan suaranya yg lirih tapi penuh dengan cinta. Aku pun senyum melihat wajahnya. Ibu nya lalu berbicara sama aku …

“Fis, kenalakan ini Desi teman Fikri”

Aku teringat cerita dari suamiku bahwa teman baiknya pernah mencintainya, perempuan itu bernama Desi, dan dia sangat akrab dengan keluarga suamiku. Dan akhirnya aku bertemu dengan orangnya juga. Aku pun langsung berjabat tangan dengannya, tak banyak aku bicara di dalam ruangan, aku tak mengerti apa yg mereka bicarakan.

Aku sibuk membersihkan & mengobati luka – luka di kepala suamiku, baru sebentar aku membersihkan mukanya, tiba – tiba adik ipar ku yg bernama Dian mengajakku keluar, ia minta ditemani ke kantin. Dan suamikupun mengijinkannya. Aku pun menemaninya.

Tapi ketika di luar adik ipar ku berkata ” lebih baik kau pulang saja ” Ada kami yg menjaga abang disini. Kau istirahat saja. ”

Aku pun tak diperbolehkan berpamitan dengan suamiku dengan alasan abang harus banyak beristirahat, karena psikologisnya masih labil. 

Aku berdebat dengannya mengapa aku tidak boleh pamitan pada suamiku, tapi tiba – tiba ibu mertuaku datang menghampiriku dan ia mengatakan hal yg sama, ia akan memberi alasan pada suamiku mengapa aku pulang tak pamitan pada nya,
toh suamiku selalu menurut apa kata ibunya, baik ibunya salah suamiku tetap saja membenarkannya, akhirnya aku pun pergi meninggalkan rumah sakit itu dengan linangan air mata. 

Sejak saat itu aku tidak pernah diijinkan menjenguk suamiku sampai ia kembali dari rumah sakit. Dan aku hanya bisa menangis dlm kesendirianku. Menangis mengapa mereka sangat membenciku.

************ 

Hari itu, aku menangis tanpa sebab, yang ada di benakku aku takut kehilangannya, aku takut cintanya dibagi dengan yang lain. Pagi itu, pada saat aku membersihkan pekarang rumah kami, suamiku memanggil ku ke taman belakang, ia baru aja selesai sarapan, ia mengajakku duduk di ayunan favorit kami, sambil melihat ikan – ikan yang bertaburan di kolam air mancur itu.
Aku bertanya ” Ada apa kamu memanggil ku ?”

Ia berkata ” Besok aku akan menjenguk keluargaku di Sabang”
Aku menjawab ” Iya sayang aku tahu, aku sudah mengemasi barang – barang kamu di travel bag dan kamu sudah pegang tiket bukan ?”

“Ya tapi aku tak akan lama disana, cuma 3 minggu aku disana, aku juga sudah lama tidak bertemu dengan keluarga besarku sejak kita menikah dan aku kan pulang dengan mama ku ” Jawab nya tegas

“Mengapa baru bicara, aku pikir hanya seminggu saja kamu disana ?” tanya ku balik kepada nya penuh dengan rasa penasaran dan sedikit rasa kecewa karena ia baru memberitahu rencana kepulanggannya itu, padahal aku bersusah payah mencarikan tiket pesawat untuknya.

” Mama minta aku yang menemani nya saat pulang nanti ” jawab nya tegas.

” Sekarang aku ingin seharian dengan kamu, karena nanti kita 3 minggu tidak bertemu, ya kan ?” lanjut nya lagi sambil memeluk ku dan mencium keningku.

Hatiku sedih, dengan keputusannya, tapi tak boleh aku tunjukkan pada nya. Bahagianya aku, dimanja dengan suami yang penuh dengan rasa sayang & cintanya. Walau terkadang ia bersikap kurang adil terhadapku.

Aku hanya bisa tersenyum saja, padahal aku ingin bersama suamiku, tapi karena keluarga nya tidak menyukaiku hanya karena mereka cemburu pada ku karena suamiku sangat sayang pada ku, aku memutuskan agar ia saja yg pergi, dan kami juga harus berhemat dalam pengeluaran anggaran rumah tangga kami. 

Karena ini acara sakral bagi keluarganya. Jadi seluruh keluarga nya harus komplit, aku pun tak diperdulikan oleh keluarganya harus datang atau tidak, tidak hadir justru membuat mereka sangat senang, aku pun tak mau membuat riuh keluarga ini.

Malam sebelum kepergiannya, aku menangis sambil membereskan keperluannya yang akan dibawa ke Sabang, ia menatapku dan menghapus airmata yang jatuh dipipiku lalu aku peluk erat dirinya, hati ini bergumam seakan terjadi sesuatu,,tapi aku tidak tahu apa yang akan terjadi. Aku hanya bisa menangis karena akan ditinggal pergi olehnya.

Aku tidak pernah di tinggal pergi selama ini, karena kami selalu bersama - sama kemana pun ia pergi.

Apa mungkin aku sedih karena aku sendirian tidak punya teman, hanya pembantu saja teman ngobrolku.

Hati ini sedih akan di tinggal pergi oleh nya.

Sampai keesokan hari nya, aku menangis..menangisi kepergiannya. Aku tak tahu mengapa sesedih ini, perasaanku tak enak, tapi aku tak boleh berburuk sangka. Aku harus percaya apada suamiku. Dia pasti
akan selalu menelpon ku.

************ 
Berjauhan dengan suamiku, sangat tidak nyaman, aku merasa sendiri. Untunglah aku mempunyai kesibukan sebagai seorang aktivis, jadi aku tak terlalu kesepian di tinggal pergi ke Sabang.

Saat kami berhubungan jarak jauh, komunikasi kami buruk, saat ia di sana aku pun jatuh sakit … rahimku sakit sekali seperti dililit oleh tali, tak tahan aku menahan rasa sakit dirahimku ini, sampai – sampai aku mengalami pendarahan, aku dilarikan ke rumah sakit oleh adik laki - lakiku yang kebetulan menemaniku disana. 

Dokter memvonis aku terkena kanker mulut rahim stadium 3…. Aku menangis, apa yang bisa aku banggakan lagi, mertuaku akan semakin menghinaku, suami ku yang malang, yang berharap akan punya keturunan dari rahimku … Aku tak bisa memberikannya keturunan. Dan aku hanya memeluk adikku.

Aku kangen pada suamiku, aku menunggu ia pulang, kapan ia pulang, aku tak tahu .. Sementara suamiku disana, aku tidak tahu mengapa ia selalu marah – marah jika menelponku, bagaimana aku akan cerita kondisiku jika ia selalu marah - marah terhadapku.

Lebih baik aku tutupi dulu, dan aku juga tak mau membuatnya khawatir selama ia berada di Sabang. Lebih baik nanti saja ketika ia sudah pulang dari Sabang, aku akan cerita pada nya. Setiap hari aku menanti suami ku pulang, hari demi hari aku hitung ….

Sudah 3 minggu suamiku di Sabang, malam itu ketika aku sedang melihat foto - foto kami, ponselku berbunyi, menandakan ada sms yang masuk.

Ku buka di inbox ponselku, ternayta dari suamiku yang sms, ia menulis “aku sudah beli tiket untuk pulang, aku pulang nya satu hari lagi, aku aku kabarin lagi”.

Hanya itu saja yang diinfokannya, aku ingin marah, tapi aku pendam saja ego yang tidak baik ini. Hari yg aku tunggu pun tiba,,aku menantinya di rumah. Sebagai seorang istri, aku pun berdandan yang cantik dan memakai parfum kesukaannya untuk menyambut suamiku pulang, dan aku akan menyelesaikan masalah komunikasi kami yg buruk akhir – akhir ini.

Bel pun berbunyi, kubuka kan pintu untuknya ia pun mengucap salam, sebelum masuk aku pegang tangannya ke depan teras, ia tetap berdiri, aku membungkuk untuk melepaskan sepatu, kaos kaki dan ku cuci kedua kakinya, aku tak mau ada syaithan yang masuk ke dalam rumah kami, setelah itu aku pun berdiri langsung mencium tangannya tapi apa reaksi nya …

Masya Allah ia tidak mencium keningku, ia langsung naik keatas, ia langsung mandi dan tidur,tanpa bertanya kabarku..

Aku hanya berpikiran, mungkin dia capek. Aku pun segera merapikan bawaan nya sampai aku pun tertidur. Malam menunjukkan 1/3 malam, mengingatkan aku pada tempat mengadu yaitu Allah, Sang Maha Pencipta. 

Biasa nya kami selalu berjama’ah, tapi karena melihat nya tidur sangat pulas, aku tak tega membangun kannya, aku helus mukanya, aku cium kening nya, lalu aku sholat tahajud 8 rakaat plus witir 3 raka’at.

************ 
Aku mendengar suara mobilnya, aku terbangun lalu aku liat dia dari balkon kamar kami dia bersiap – siap untuk pergi, aku memanggil nya tapi ia tak mendengar, lalu aku langsung ambil jilbabku, aku lari dari atas ke bawah tanpa memperdulikan darah yg bercecer dari rahimku, aku mengejarnya tapi ia begitu cepat pergi, ada apa dengan suamiku … mengapa ia sangat aneh terhadapku ?

Aku tidak bisa diam begitu saja firasatku ada sesuatu. Saat itu juga aku langsung menelpon kerumah mertuaku, kebetulan Dian yang angkat telpon nya, aku bercerita dan aku bertanya apa yang terjadi dengan suamiku. Dengan enteng ia menjawab “Loe pikir aja sendiri!!!” telpon pun langsung terputus.

Ada apa ini? Tanya hatiku penuh dalam kecemasan. Mengapa suamiku berubah setelah ia pulang dari kota kelahirannya. Mengapa ia tak mau berbicara padaku, apalagi memanjakan ku.

Semakin hari ia menjadi orang yang pendiam, seakan ia telah melepas tanggung jawabnya sebagai seorang suami, kami berbicara seperlunya saja, aku selalu di introgasinya, aku dari mana dan mengapa pulang terlambat, ia bertanya dengan nada yg keras, suamiku telah berubah.

Bahkan yang membuat ku kaget, aku pernah di tuduh nya berzina dengan mantan pacarku. Ingin rasanya aku menampar suamiku yang telah menuduhku serendah itu, tapi aku selalu ingat, sebagaimana pun salahnya seorang suami, status suami tetap di atas para istri, itu yang aku pegang, aku hanya berdo’a agar suamiku sadar akan prilakunya. 

*******

2 Tahun berlalu, suamiku tak berubah juga, aku menangis tiap malam, lelah menanti seperti ini, kami seperti orang asing yang baru saja kenal, kemesraan yang kami ciptakan dulu telah sirna, walaupun kondisinya tetap seperti itu, aku tetap merawatnya & menyiapi segala yang ia perlukan. 

Penyakitku pun masih aku simpan dengan baik dan ia tak pernah bertanya obat apa yang aku minum. Kebahagiaan ku telah sirna, harapan menjadi ibu pun telah aku pendam. Aku tak tahu kapan ini semua akan berakhir.

Bersyukurlah, aku punya penghasilan sendiri dari aktifitasku sebagai seorang guru gaji jadi aku tak perlu repot – repot meminta uang pada nya hanya untuk pengobatan kankerku. Aku pun hanya berobat semampuku.

Sungguh suami yang dulu aku puja, aku banggakan sekarang telah menjadi orang asing, setiap aku tanya ia selalu meyuruhku untuk berpikir sendiri. Tiba – tiba saja malam itu, setelah makan malam selesai, suamiku memanggilku.

“ya ada apa Yah !” sahutku dengan memanggil nama kesayangannya “Ayah”

“Lusa kita siap – siap ke Sabang ya !” Jawabnya tegas

“Ada apa ?” Mengapa ?” sahutku penuh dengan keheranan

Astaghfirullah ... suami ku yang dulu lembut menjadi kasar, diya mebentakku,,tak ada lagi diskusi anatara kami.

Dia mengatakan ” Kau ikut saja jangan banyak tanya !!! ”

Aku pun lalu mengemasi barang – barang yang akan dibawa ke Sabang sambil menangis,sedih karena suamiku yang tak ku kenal lagi.

5 tahun kami menikah dan sudah 2 tahun pula ia menjadi orang asing buat ku. Ku lihat kamar kami yg dulu hangat penuh cinta yang dihiasi foto pernikahan kami sekarang menjadi dingin, sangat dingin dari batu es. 

Aku menangis dengan kebingungan ini. Ingin rasanya aku berontak tapi aku tak bisa, suamiku tak suka dengan wanita yang kasar, ngomong dengan nada tinggi, suka membanting barang – barang, dia bilang perbuatan itu menunjukkan ketidakhormatan kedapanya. Aku hanya bisa bersabar menantinya bicara dan sabar mengobati penyakitku ini sendiri.

************ 

Kami telah sampai di Sabang, aku masih merasa lelah karena semalaman aku tidak tidur, karena terus berpikir. Keluarga besar nya telah berkumpul disana, termasuk ibu & adik – adiknya, aku tidak tahu ada acara apa ini .. Aku dan suamiku pun masuk ke kamar kami. Suamiku tak betah didalam kamar tua itu, ia pun keluar bergabung dengan keluarga besarnya.

Baru saja aku membongkar koper kami dan ingin memasukkannya ke dlm lemari tua yg berada di dekat pintu kamar, lemari tua itu telah ada sebelum suamiku lahir.

Tiba – tiba Tante Lia, tante yang sangat baik pada ku memanggil ku untuk segera berkumpul diruang tangah, aku pun ke ruang keluarga yang berada di tengah rumah besar itu, rumah zaman peninggalan belanda diaman langit - langit nya lebih dari 4 meter.

Aku duduk disamping suamiku, suamiku menunduk penuh dengan kebisuan, aku tak berani bertanya pada nya, tiba – tiba saja neneknya, orang yang dianggap paling tua dan paling berhak atas semuanya membuka pembicaraan.

“Baiklah,karena kalian telah berkumpul, nenek ingin bicara dengan kau Fisha ! ” Nenek nya bicara sangat tegas.. Dengan sorot mata yang tajam. ” Ada apa ya Nek ?” sahutku dengan penuh tanya.. Nenek pun menjawab ” Kau telah gabung dengan keluarga kami hampir 8 tahun, sampai saat ini kami tak melihat tanda – tanda kehamilan yang sempurna, sebab selama ini kau selalu keguguran!!’

Aku menangis, untuk inikah aku diundang ke mari, untuk dihina atau dipisahkan dengan suamiku.

“Sebenarnya kami sudah punya calon untuk Fikri, dari dulu, sebelum kau menikah dengannya, tapi Fikri anak yang keras kepala, tak mau di atur, dan akhirnya menikahlah ia dengaa kau.” Neneknya berbicara sangat lantang, mungkin logat orang Sabang seperti itu semua.

Aku hanya bisa tersenyum dan melihat wajah suamiku yang kosong matanya. “Dan aku dengar dari ibu mertua mu kau pun sudah berkenalan dengannya” Neneknya masih melanjutkan pembicaraan itu.

Sedangkan suamikku hanya diam saja, tapi aku lihat air matanya. Ingin aku peluk suamiku agar ia kuat dengan semua ini, tapi aku tak punya keberanian.

Nenek nya masih saja berbicara panjang lebar dan yang terakhir dari pembicaraannya ialah dengan wajah yang sangat menantang ia berkata ” kau maunya gimana ? kau di madu atau diceraikan ?”

Masya Allah…… kuat kan hati ini, aku ingin jatuh pingsan, hati ini seakan remuk mendengar nya, hancur hati ku, mengapa keluarganya bersikap seperti ini terhadapku..

Aku selalu munutupi masalah ini dari kedua orang tuaku yang tinggal di pulau kayu tersebut, mereka mengira aku sangat bahagia 2 tahun belakangan ini.

“Fish, jawab !! ” Dengan tegas Ibunya langsung memintaku untuk menjawab

Aku langsung memegang tangan suamiku, dengan tangan yang dingin dan gemetar aku menjawab dengan tegas……. ” Walaupun aku tidak bisa berdiskusi dulu dengan imamku, tapi aku dapat
berdiskusi dengannya melalui bathiniah, untuk kebaikan dan masa depan keluarga ini, aku akan menyambut baik seorang wanita baru dirumah kami.”

Itu yang aku jawab, dengan kata lain aku rela cinta ku di bagi, pada saat itu juga suami ku memandangku dengan tetesan air mata, tapi mata ku tak sedikit pun menetes di hadapan mereka. Aku lalu bertanya kepada suami ku, “Ayah siapakah yang akan menjadi sahabatku dirumah kita nanti Yah ? ” Suamiku menjawab ” Dia Desi ! ”

Aku pun langsung menarik napas dan langsung berbicara ” Kapan pernikahan nya berlangsung ? Apa yang harus saya siapkan dalam pernikahan ini Nek ?”

Ayah mertuaku menjawab “Pernikahannya 2 minggu lagi.”

” Baiklah kalo begitu saya akan menelpon pembantu di rumah, untuk menyuruh nya mengurus KK kami ke kelurahan besok” setelah berbicara seperti itu aku permisi untuk pamit ke kamar.

Tak tahan lagi, air mata ini akan turun, aku berjalan sangat cepat, aku buka pintu kamar, aku langsung duduk di tempat tidur. Ingin berteriak, tapi aku sendiri disini. Tak kuat rasanya menerima hal ini, cintaku telah dibagi,,sakit. ..diiringi akutnya penyakitku. Apakah karena ini suamiku menjadi orang yang asing selama 2 tahun belakangan ini ?

Aku berjalan menuju ke meja rias, ku buka jilbabku, aku bercermin sudah tidak cantikkah aku ini, ku ambil sisirku, aku menyisiri rambutku yang setiap hari rontok, ku lihat wajahku, ternyata aku memang sudah tidak cantik lagi, rambutku sudah hampir habis, kepalaku sudah botak dibagian tengahnya.

Tiba – tiba pintu kamar ini terbuka, ternyata suami ku datang, ia berdiri dibelakangku, ,tak kuhapus air mata ini aku langsung memandangnya dari cermin meja rias itu.

Kami diam sejenak, lalu aku mulai pembicaraan “terimah kasih ayah, kamu memberi sahabat kepada ku, jadi aku tak perlu sedih lagi saat ditinggal pergi kamu nanti ! iya kan ?”

Suami ku mengangguk sambil melihat kepalaku tapi tak sedikitpun ia tersenyum dan bertanya knp rambutku rontok, dia hanya mengatakan jangan salah memakai shampo, dalam hati ku mengapa ia sangat cuek ? ia sudah tak memanjakan ku lagi.. Lalu dia bilang bilang “sudah malam, kita istirahat yuk ” !

“Aku sholat isya dulu baru aku tidur” jawab ku tenang.

Dalam sholat, dalam tidur aku menangis, ku hitung waktu, kapan aku akan berbagi suami dengannya. Aku pun ikut sibuk mengurusi pernikahan suamiku. Aku tak tahu kalo Desi orang Sabang juga. Sudahlah ini mungkin takdirku. Aku ingin suamiku kembali seperti dulu, yang sangat memanjakan aku, dimana rasa sayang dan cintanya itu.

************
Malam sebelum hari pernikahan suamiku, aku menulis curahan hatiku di laptopku.

Di laptop aku menulis saat – saat terakhirku melihat suamiku, aku marah pada suamiku yang telah menelantarkanku. Aku menangis melihat suamiku yang tidur pulas, apa salahku sampai ia berlaku kejam kepada ku. Aku save di my document yang bertitle “Aku mencintaimu Suamiku ”

Hari pernikahan telah tiba, aku telah siap, tapi aku tak sanggup untuk keluar, aku berdiri didekat jendela, aku melihat matahari, mungkin aku takkan bisa melihat sinarnya lagi. Aku berdiri sangat
lama,, lalu suamiku yang telah siap dengan pakaian pengantinnya masuk dan berbicara padaku.

“Apakah kamu sudah siap ?”
Kuhapus airmata yang menetes diwajahku sambil berkata :

“Nanti jika ia telah sah jadi istrimu, ketika kamu membawa ia masuk ke dalam rumah ini, cucilah kaki nya sebagaimana kamu mencuci kaki ku dulu, lalu ketika kalian masuk ke dalam kamar pengantin bacakan do’a di ubun - ubunya sebagaimana yang kamu lakukan pada ku dulu lalu setelah itu…..” tak sanggup aku ingin meneruskan pembicaraan ini, aku ingin menangis meledak

Tiba – tiba suamiku menjawab “lalu apa Bunda ?”

Aku kaget mendengar kata itu, yang tadinya aku menunduk, aku langsung menatapnya dengan mata yang berbinar – binar…

“bisa kamu ulangi apa yang kamu ucapkan barusan ?” pinta ku tuk menyakini bahwa kuping ini tidak salah mendengar.

Dia mengangguk dan berkata ” Baik bunda akan ayah ulangi, lalu apa bunda ?” sambil ia menghelus wajah dan menghapus airmataku, dia agak sedikit membungkuk karena diya sangat tinggi, aku hanya sedada nya saja.

Dia tersenyum, sambil berkata ” Kita liat saja nanti ya !” dia memelukku dan berkata, “bunda adalah wanita yang paling kuat yang ayah temui selain mama” lalu ia mencium keningku, aku langsung memeluk nya erat dan berkata ” Ayah, apakah ini akan segera berakhir? Ayah kemana saja?

Mengapa ayah berubah? Aku kangen sama ayah? Aku kangen belaian kasih sayang ayah? Aku kangen dengan manjanya ayah ? Aku kesepian ayah ? 

Dan satu hal lagi yang harus ayah tau bahwa aku tidak pernah berzinah ! Dulu waktu awal kita pacaran, aku memang belum bisa melupakannya, setelah 4 bulan bersama ayah baru bisa aku terima, jika yang dihadapanku itu adalah lelaki yang aku cari.” 

Bukan berarti aku pernah berzina ayah. Aku langsung bersujud di kakinya dan muncium kaki imamku sambil berkata ” Aku minta maaf ayah telah membuatmu susah”

Saat itu juga, diangkatnya badanku,ia hanya menangis.

Ia memelukku sangat lama, 2 tahun aku menanti dirinya kembali. Tiba – tiba perutku sakit, ia menyadari bahwa ada yang tidak beres dengan ku, dan ia bertanya ” bunda baik – baik saja kan” tanya nya dengan penuh khawatir.

“aku pun menjawab, bisa memeluk dan melihat kamu kembali seperti dulu itu sudah mebuatku baik Yah” aku tak bisa bicara sekarang. Karena dia akan menikah. Aku tak mau buat dia khawatir. Dia harus khusyu menjalani acara prosesi akad nikah tersebut.

************

Setelah tiba dimasjid, ijab qabul pun dimulai. Aku duduk disebrang suamiku.

Aku melihat suamiku duduk berdampingan dengan perempuan itu membuat hati ini cemburu, ingin berteriak mengatakan “Ayah Jangan” tapi aku ingat akan kondisi ku.

Jantung ini berdebar kencang, ketika mendengar ijab qabul tersebut. Begitu ijab qabul selesai, aku menarik napas panjang, Tante Lia, tante yang baik itu, memelukku. Dalam hati aku berusaha untuk menguatkan hati ini, ya,,aku kuat.

Tak sanggup aku melihat mereka duduk bersanding di pelaminan. Orang – orang yang hadir di acara resepsi itu iba melihatku, mereka melihatku sangat aneh, wajahku yang selalu tersenyum tapi hatiku menangis.

Sampai dirumah, suamiku langsung masuk ke dalam rumah begitu saja, tak mencuci kaki nya. Aku sangat heran dengan prilaku nya. Apa iya, dia tidak suka dengan pernikahan ini ?

Sementara itu Desi di sambut hangat di dalam keluarga suamiku, tak seperti aku yang di musuhinya.

Malam ini aku tak bisa tidur, bagaimana bisa !! Suamiku akan tidur dengan perempuan yang sangat aku cemburui. Aku tak tau apa yang mereka lakukan didalam.

1/3 malam, pada saat aku ingin sholat lail aku keluar untuk berwudhu, aku melihat ada lelaki yang mirip suamiku tidur disofa ruang tengah, ku dekati lalu ku lihat…. Masya Allah, suamiku tak tidur dengannya, ia tidur disofa, aku duduk disofa itu sambil menghelus mukanya yang lelah, tiba – tiba ia memegang tangan kiriku, tentu saja aku kaget.

“kamu datang ke sini, aku pun tau ” ia langsung berkata seperti itu, aku tersenyum dan megajaknya sholat lail. Setelah sholat lail, ia mengatakan “maafkan aku, aku tak boleh menyakitimu, kamu menderita karena ego nya aku. Besok kita pulang ke Jakarta, biar Desi pulang dengan mama, papa dan juga adik – adikku”

Aku menatapnya dengan penuh keheranan. Tapi ia langsung mengajakku untuk istirahat. Saat tidur ia memelukku sangat erat. Aku tersenyum saja, sudah lama ini tidak terjadi. Ya Allah, apakah Engkau akan menyuruh malaikat maut untuk mengambil nyawaku sekarang ini, aku telah merasakan kehadirannya saat ini. Tapi masih bisakah engkau ijinkan aku untuk merasakan kehangatan dari suamiku yang telah hilang selama 2 tahun ini.

Suamiku berbisik, “Bunda kok kurus ?”

Aku menangis dalam kebisuan. Pelukannya masih bisa aku rasakan.

Aku pun berkata “Ayah kenapa tidak tidur dengan Desi ?”

” Aku kangen sama kamu Bunda ” Aku tak mau menyakitimu lagi, kamu sudah terluka oleh sikapku yang egois” Dengan lembut suamiku menjawab seperti itu.

Lalu suamiku berkata, ” Bun, ayah minta maaf telah menelantarkan bunda… Selama ayah di Sabang, ayah dengar kalo bunda tidak tulus mencintai ayah, bunda seperti mengejar sesuatu, seperti harta ayah, dan satu lagi ayah pernah melihat sms bunda dengan mantan pacar bunda dimana isinya klo bunda gak mau berbuat seperti itu, dan seperti itu di beri tanda kutip (“seperti itu” ), ayah ingin ngomong tapi takut bunda tersinggung, dan ayah berpikir klo bunda pernah tidur dengannya sebelum bunda bertemu ayah, terus ayah dimarahi oleh keluar ayah karena ayah terlalu memanjakan bunda ”

Hati ini sakit ketika difitnah oleh suamiku, ketika tidak ada kepercayaan didirinya, hanya karena omongan keluarganya, yang tidak pernah melihat betapa tulusnya aku mencintai pasangan seumur hidupku ini. 

Aku hanya menjawab “Aku sudah ceritakan itu kan Yah, aku tidak pernah berzinah, dan aku mencintaimu setulus hatiku, jika aku hanya mengejar hartamu, mengapa kamu, banyak lelaki yang lebih mapan darimu waktu itu Yah. Jika aku hanya mengejar hartamu, aku tak mungkin setiap hari menangis karena menderita mencintaimu.

Entah aku harus bahagia atau aku harus sedih karena sahabatku sendirian di kamar pengantin itu. Malam itu, aku menyelesaikan masalahku dengan suamiku dan berusaha memaafkannya beserta sikap keluaraganya juga. Karena aku tak mau mati dalam hati yang penuh dengan rasa benci.

************ 
Keesokan harinya….. …..

Katika aku ingin bangun untuk mengambil wudhu, kepalaku pusing, rahimku sakit sekali .. aku pendarahan .. suamiku kaget …

Suamiku kaget bukan main, ia langsung menggendongku. Aku pun dilarikan ke rumah sakit …. Jauh sekali aku mendengar suara zikir suamiku …. Aku merasakan tanganku basah … Ketika kubuka mata ini, kulihat wajah suamiku penuh dengan rasa kekhawatiran.

Ia menggenggam tanganku dengan erat.. Dan mengatakan ” Bunda,,Ayah minta maaf ,,,,!!”

Berapa kali ia mengucapkan hal itu. Dalam hati ku, apa ia tahu apa yang terjadi padaku.

Aku berkata dengan suara yang lirih ” Yah….Bunda ingin pulang, bunda ingin bertemu kedua orang tua bunda, anterin bunda kesana ya Yah ….”

“Ayah jangan berubah lagi ya !!! Janji ya Yah… !!! Bunda sayang banget sama Ayah ”

Tiba – tiba saja kakiku sakit sangat sakit, sakit nya semakin keatas, kakiku sudah tak bisa bergerak lagi, aku tak kuat lagi memegang tangan suamiku, kulihat wajahnya yang tampan, linangan air matanya.

Sebelum mata ini tertutup ku lafazkan kalimat syahadat dan ditutup dengan kalimat tahlil.

*********
Aku bahagia melihat suamiku punya pengganti diriku ..
Aku bahagia selalu melayaninya dalam suka dan duka, ..
Menemaninya dalam ketika ia mengalami kesulitan dari kami pacaran sampai kami menikah ...

Aku bahagia bersuamikan dia. Dia adalah nafas ku.

Untuk Ibu mertuaku : “Maafkan aku telah hadir didalam kehidupan anakmu sampai aku hidup didalam hati anakmu, ketahuilah Ma, dari dulu aku selalu berdo’a agar Mama merestui hubungan kami. 

Mengapa engkau fitnah diriku didepan suamiku, apa engkau punya bukti nya Ma. Mengapa engkau sangat cemburu padaku Ma ? Fikri tetap milikmu Ma, aku tak pernah menyuruhnya untuk durhaka kepadamu, dari dulu aku selalu mengerti apa yang kamu inginkan dari anakmu, tapi mengapa kau benci diriku. Dengan Desi kau sangat baik tetapi dengan ku, menantumu kau bersikap sebaliknya.”

*********
Setelah ku buka laptop, ku baca curhatan istriku ...

Ayah, mengapa keluargamu sangat membenciku .. Aku dihina oleh mereka ayah ...

Mengapa mereka bisa baik terhadapku pada saat ada dirimu ? Pernah suatu ketika, aku bertemu Dian di jalan, aku menegornya karena dia adik iparku tapi aku disambut dengan wajah ketidak sukaannya. Sangat terlihat Ayah.

Tapi ketika engkau bersamaku, Dian sangat baik, sangat manis dan ia memanggilku dengan panggilan yang sangat menghormatiku. Mengapa seperti itu ayah ...?

Aku tak bisa berbicara tentang ini padamu, karena aku tahu kamu pasti membela adikmu, tak ada gunanya Yah. Aku diusir dari rumah sakit. Aku tak boleh merawat suamiku
.
Aku cemburu pada Desi yang sangat akrab dengan mertuaku Tiap hari ia datang ke rumah sakit bersama mertuaku ..

Aku sangat marah….
Jika aku membicarakan hal ini pada suamiku, ia akan pasti membela Desi dan ibunya. ..

Aku tak mau sakit hati lagi ...
Ya Allah kuatkan aku, maafkan aku ...
Engkau Maha Adil ...
Berilah keadilan ini padaku Ya Allah ..
Ayah sudah berubah, ayah sudah tak sayang lagi pada ku ...
Aku berusaha untuk mandiri ayah, aku tak akan bermanja - manja lagi padamu ...

Aku kuat ayah dalam kesakitan ini ...
Lihatlah ayah, aku kuat walaupun penyakit kanker ini terus menyerangku ...

Aku bisa melakukan ini semua sendiri ayah ...
Besok suamiku akan menikah dengan perempuan itu ...
Perempuan yang aku benci, yang aku cemburui ...
Tapi aku tak boleh egois, ini untuk kebahagian keluarga suamiku
Aku harus sadar diri ...

Ayah, sebenarnya aku tak mau diduakan olehmu ...
Mengapa harus Desi yang menjadi sahabatku ? ..
Ayah aku masih tak rela ...
Tapi aku harus ikhlas menerimanya ...
Pagi nanti suamiku melangsungkan pernikahan keduanya ...
Semoga saja aku masih punya waktu untuk melihatnya tersenyum untukku ..

Aku ingin sekali merasakan kasih sayangnya yang terakhir ..
Sebelum ajal ini menjemputku ...

Ayah … aku kangen ayah ..!

**********
Dan kini aku telah membawamu ke orang tuamu Bun ..
Aku akan mengunjungimu sebulan sekali bersama Desi ke Pulau Kayu ini ...

Aku akan selalu membawakanmu bunga mawar yang berwarna pink yang mencerminkan keceriaan hatimu yang sakit tertusuk duri.

Bunda tetap cantik, selalu tersenyum disaat tidur ...
Bunda akan selalu hidup dihati ayah ....
Bunda … Desi tak sepertimu, yang tidak pernah marah …

Desi sangat berbeda denganmu, ia tak pernah membersihkan telingaku, rambutku tak pernah di creambathnya, kakiku pun tak pernah dicucinya.

Ayah menyesal telah menelantarkanmu selama 2 tahun, kamu sakit pun aku tak perduli, dalam kesendirianmu …

Seandainya Ayah tak menelantarkan Bunda, mungkin ayah masih bisa tidur dengan belaian tangan Bunda yang halus.

Sekarang Ayah sadar, bahwa ayah sangat membutuhkan bunda .. Bunda, kamu wanita yang paling tegar yang pernah kutemui ...

Aku menyesal telah asik dalam keegoanku ..
Bunda maafkan aku .. Bunda tidur tetap manis. Senyum manjamu terlihat ditidurmu yang panjang ....

Maafkan aku , tak bisa bersikap adil dan membahagiakan mu, aku selalu mengiyakan apa kata ibuku, karena aku takut menjadi anak durhaka. Maafkan aku ketika kau di fitnah oleh keluargaku, aku percaya begitu saja ...

Apakah Bunda akan mendapat pengganti ayah di surga sana ? Apakah Bunda tetap menanti ayah disana ? Tetap setia dialam sana ?

Tunggulah Ayah disana Bunda ……
Bisakan ? Seperti Bunda menunggu ayah di sini …… Aku mohon ….. Ayah Sayang Bunda ….

Wallahu’alam bishshawab, ..
#Semoga kita dapat mengambil pengetahuan yang bermanfaat dan bernilai ibadah ....